Senin, 16 Maret 2015

[Review] Ayahku (Bukan) Pembohong - Tere Liye

Judul Buku: Ayahku (bukan) Pembohong
Pengarang: Tere-liye
Penerbit: GPU
Tebal halaman: 304 Halaman
Tahun Terbit: April 2011
Rate: 4/5
Blurp: Kapan terakhir kali kita memeluk ayah kita? Menatap wajahnya, lantas bilang kita sungguh sayang padanya? Kapan terakhir kali kita bercakap ringan, tertawa gelak, bercengkerama, lantas menyentuh lembut tangannya, bilang kita sungguh bangga padanya?

Inilah kisah tentang seorang anak yang dibesarkan dengan dongeng-dongeng kesederhanaan hidup. Kesederhanaan yang justru membuat ia membenci ayahnya sendiri. Inilah kisah tentang hakikat kebahagiaan sejati. Jika kalian tidak menemukan rumus itu di novel ini, tidak ada lagi cara terbaik untuk menjelaskannya.

Mulailah membaca novel ini dengan hati lapang, dan saat tiba di halaman terakhir, berlarilah secepat mungkin menemui ayah kita, sebelum semuanya terlambat, dan kita tidak pernah sempat mengatakannya.

Jumat, 13 Maret 2015

[Review] Amba - Laksmi Pamuntjak


Judul Buku: Amba
Penulis: Laksmi Pamuntjak
Tebal: 496 halaman
Penerbit: GPU
Rate: 4/5
Blurp: Tahun 2006: Amba pergi ke Pulau Buru. Ia mencari seorang yang dikasihinya, yang memberinya seorang anak di luar nikah. Laki-laki itu Bhisma, dokter lulusan Leipzig, Jerman Timur, yang hilang karena ditangkap pemerintah Orde Baru dan dibuang ke Pulau Buru. Ketika kamp tahanan politik itu dibubarkan dan para tapol dipulangkan, Bhisma tetap tak kembali. Novel berlatar sejarah ini mengisahkan cinta dan hidup Amba, anak seorang guru di sebuah kota kecil Jawa Tengah. "Aku dibesarkan di Kadipura. Aku tumbuh dalam keluarga pembaca kitab-kitab tua." Tapi ia meninggalkan kotanya. Di Kediri ia bertemu Bhisma. Percintaan mereka terputus dengan tiba-tiba di sekitar Peristiwa G30S di Yogyakarta. Dalam sebuah serbuan, Bhisma hilang selama-lamanya. Baru di Pulau Buru, Amba tahu kenapa Bhisma tak kembali. Dan mati.

Kamis, 12 Maret 2015

[Review] Potongan Cerita di kartu pos - Agus Noor

Judul Buku: Potongan Cerita di kartu pos
Pengarang: Agus Noor
Penerbit: Penerbit buku Kompas
Tebal Buku: 173 halaman
Rate: 4/5
Blurp: Nama Agus Noor dalam dunia sastra sudah cukup dikenal. Cerpennya pernah terpilih sebagai cerpen pilihan Kompas. Sangat beralasan apabila buku ini diberi judul Potongan Cerita di Kartu Pos, karena memang setiap awal masing-masing cerpen dilampiri teks kartu pos yang berisikan kesan dan pesan setiap cerpen tersebut dari teman-teman Agus Noor.

Seluruhnya berjumlah 9 cerpen, tetapi setiap cerpen bercerita panjang lebar dengan gaya bahasa lisan, bahasa sehari-hari.Secara umum isi kumpulan cerpen ini bercerita mengenai sudut kehidupan manusia beserta segala persoalannya.Pecinta dunia sastra atau penggemar buku fiksi, layak membaca buku ini. Sebagai khazanah pengayaan dunia sastra di Indonesia. Bagi pemerhati sastra dan peminat sastra serta masyarakat umum yang menyukai dunia sastra, buku ini layak dibaca, dipertimbangkan sebagai sebuah karya baru

Rabu, 18 Februari 2015

[Review] Daun yang Jatuh Tak Pernah Membenci Angin - Tere Liye

Judul Buku: Daun yang Jatuh Tak Pernah Membenci Angin
Penulis: Tere-Liye
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
Cetakan: Ketujuh, September 2012
Jumlah halaman: 264 halaman
Rate: 4/5

Blurp: Dia bagai malaikat bagi keluarga kami. Merengkuh aku, adikku, dan Ibu dari kehidupan jalanan yang miskin dan nestapa. Memberikan makan, tempat berteduh, sekolah, dan janji masa depan yang lebih baik.

Dia sungguh bagai malaikat bagi keluarga kami. Memberikan kasih sayang, perhatian, dan teladan tanpa mengharap budi sekalipun. Dan lihatlah, aku membalas itu semua dengan membiarkan mekar perasaan ini.

Ibu benar, tak layak aku mencintai malaikat keluarga kami. Tak pantas. Maafkan aku, Ibu. Perasaan kagum, terpesona, atau entahlah itu muncul tak tertahankan. Bahkan sejak rambutku masih dikepang dua.


Sekarang ketika aku tahu dia boleh jadi tak pernah menganggapku lebih dari seorang adik yang tidak tahu diri, biarlah... Biarlah aku luruh ke bumi seperti sehelai daun... daun yang tak pernah membenci angin meski harus terenggutkan dari tangkai pohonnya.

Senin, 09 Februari 2015

[Review] Burlian, Serial Anak Mamak - Tere Liye

Judul buku: Burlian
Penulis: Tere Liye
Penerbit: Republika
Jumlah Halaman: 343 halaman
Cetakan pertama: November 2009
Rate: 4/5
Blurp: Kau, sejak dilahirkan memang sudah berbeda, Burlian, Special!
            Waktu melesat bagai peluru. Akhirnya aku mengerti kini, itulah cara terbaik Bapak dan Mamak menumbuhkan keyakinandan rasa percaya diriku. Sejak kecil selalu di bilang aku special agar aku punya pegangan setiap kali terbentur masalah.
            Aku ingat Bapak dan Mamak selalu bilang  “Kau anak yang kuat, Amelia”. Agar si bungsu Amelia yang sakit-sakitan tumbuh menjadi anak yang kuat. Atau bilang kalimat “Kau anak pemberani, Eli”.  Maka jadilah Ayuk Eli seorang pemberaniatas banyak hal. Sedangkan pada Kak Pukat, Bapak dan Mamak selalu bilang, “Kau anak yang pintar”. Dan kini jadilah Kak Pukat seorang peneliti hebat, sepintar kalimat yang selalu ia dengar sejak kecil.