Tampilkan postingan dengan label Eka Kurniawan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Eka Kurniawan. Tampilkan semua postingan

Kamis, 31 Maret 2016

[Review Buku] O - Eka Kurniawan




Judul: O
Pengarang: Eka Kurniawan
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
Tahun Terbit: Maret 2016
Tebal: 478 halaman

Sabtu, 02 Mei 2015

[Review] Perempuan Patah Hati yang Kembali Menemukan Cinta Melalui Mimpi - Eka Kurniawan



Judul: Perempuan Patah Hati yang Kembali Menemukan Cinta Melalui Mimpi
Penulis: Eka Kurniawan
Penerbit: Bentang Pustaka
Tahun Terbit: cetakan pertama Maret 2015
Tebal: 170 hlm
Rate: 4/5
Blurp : "Kalian orang-orang tolol yang percaya kepada mimpi.” Mimpi itu memberitahunya bahwa ia akan memperoleh seorang kekasih. Dalam mimpinya, si kekasih tinggal di kota kecil bernama Pangandaran. Setiap sore, lelaki yang akan menjadi kekasihnya sering berlari di sepanjang pantai ditemani seekor anjing kampung. Ia bisa melihat dadanya yang telanjang, gelap dan basah oleh keringat, berkilauan memantulkan cahaya matahari. Setiap kali ia terbangun dari mimpi itu, ia selalu tersenyum. Jelas ia sudah jatuh cinta kepada lelaki itu.

Kamis, 23 April 2015

[Review] Cantik itu Luka - Eka Kurniawan


Judul: Cantik Itu Luka
Penulis: Eka Kurniawan
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
tahun Terbit: Cetakan Ketiga, Februari 2012
Tebal: 481 hlm
Rate: 5/5
Blurp: Di akhir masa kolonial, seorang perempuan dipaksa menjadi pelacur. Kehidupan itu terus dijalaninya hingga ia memiliki tiga anak gadis yang kesemuanya cantik. Ketika mengandung anaknya yang keempat, ia berharap anak itu akan lahir buruk rupa. Itulah yang terjadi, meskipun secara ironik ia memberinya nama si Cantik.

Minggu, 22 Maret 2015

[Review] Seperti Dendam Rindu Harus Dibayar Tuntas - Eka Kurniawan

Judul: Seperti Dendam Rindu Harus Dibayar Tuntas

Penulis: Eka Kurniawan
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
Tahun Terbit: Mei 2014
Tebal Buku: 245 halaman
Rate: 5/5

Blurp: Di puncak rezim yang penuh kekerasan, kisah ini bermula dari satu peristiwa: dua orang polisi memerkosa seorang perempuan gila, dan dua bocah melihatnya melalui lubang di jendela. Dan seekor burung memutuskan untuk tidur panjang. Di tengah kehidupan yang keras dan brutal, si burung tidur merupakan alegori tentang kehidupan yang tenang dan damai, meskipun semua orang berusaha membangunkannya.