Tampilkan postingan dengan label BBI. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label BBI. Tampilkan semua postingan

Kamis, 14 April 2016

Quotes Buku Favorit




Saya sedikit kesulitan dan kebingungan di posting bareng HUT BBI hari ke-4. Masalahnya, saya telalu malas mengingat quotes buku yang saya baca dan terlalu malas membuka Goodreads melihat quotes favorit buku-buku yang saya kasih bintang 5.

“Tidak selalu perlu menunjukkan semua yang kita ketahui. Itu bukan sikap perempuan terhormat.” Kutipan dari Calpurnia dalam To Kill A Mocingbird

Kutipan ini saya ambil dari novel To Kill a Mockibgbird Harper Lee. novel ini sedang saya baca. Kira-kira 25% lagi selesai.

Saya suka sekali dengan quote diatas. Bagi saya diam adalah emas. Terlalu banyak tetek bengek didunia ini yang selalu dibicarakan, dan diam dan pura-pura tidak tahu hal apa-apa adalah hal yang terbaik. Daripada berucap sepatah-dua patah kata lalu membongkar semua rahasia.

Buku ini masuk ke dalam "1001 Books You Must Read Before You Die". dan saya mengamini karena buku ini sangat menyentuh, lucu dan serius menghadirkan pesan tentang kasih sayang dan prasangka.


img from pinterest.com edit by my bro

Rabu, 13 April 2016

Happy 5th bday BBI

Selamat mengulang hari lahir Beb. Waktu cepat sekali ya berlalunya. Bebi juga cepat sekali menjadi dewasa. 5 tahun yang bebi lalui, 5 tahun bebi membawa inspirasi, motivasi dan kegembiraan. 5 tahun bebi mengumpulkan teman-teman yang mencintai buku dan membaca.

Saya baru setahun menjadi member BBI. Saat itu saya sedang suntuk-suntuknya belajar menghadapi UN. Akhirnya saya teringat salah satu ucapan salah satu teman yang mengajari saya menulis "Kumpulkan semua yang kalian baca, karena segala arsip tentang bacaan kalian berguna suatu saat nanti". Saya lalu memutuskan menghapus semua tulisan non-buku di blog dan membuat blog buku. Ngomong-ngomong teman saya ini menerbitkan sebuah buku yang isinya full resensi. Judulnya Buku yang Bercerita Tentang Buku.

Bisa dihitung dengan jari keikutsertaan saya di event BBI. Event offline belum pernah sama sekali. Semoga setelah ini bisa hadir di event offline bebi. Untuk event online yang pertama saya ikuti lelang buku yang nantinya hasil lelang akan disumbangkan. Saya masih ingat saat itu di waktu isoma Ujian Simak UI saya rebutan buku Pram dengan Kang Opan.  Event lain baca bareng dan posting bareng yang masih bolong-bolong, secret santa

Saya orang yang pemalu, pendiam dan jarang ngomong. Jadi, maklum kalau saya jarang mengikuti event, jarang mengobrol dengan teman-teman, bahkan di grup wa-pun saya jadi siders.

Semoga di tahun kelima ini bebi masih selalu membaca inspirasi. Dan untuk div. Event semoga selalu muncul ide-ide kretif lain.

Happy bday beb.

Selasa, 12 April 2016

Surat Terbuka Untuk Pangeran Kunang-Kunang

Salam hangat.

Saya tidak begitu yakin kalau salam hangat tepat saya gunakan untuk mengawali surat ini, tapi saya merasa memiliki hubungan dengan salam hangat dan njenengan.

Jadi begini, saat saya ikut PO Cerita Buat Para Kekasih, saya mendapat "Salam hangat" dari njenengan. Salam hangat pertama yang saya dapat dari njenengan.

Beberapa bulan yang lalu saya ikut PO Memorabilia & melankolia. Kali ini saya berpesan pada jualbukusastra agar njenengan menulis pesan "Buat Wulida, semoga lekas bertemu jodohnya". Tapi saat buku itu sampai ditangan saya, yang tertera di buku itu adalah "Salam Hangat". Sejak saat itu saya merasa salam hangat, njenengan, dan buku pesanan saya berhubungan.

Saya menulis surat terbuka ini karena tantangan dari serangkaian kegiatan Ultah BBI. Mas Agus tahu tentang BBI? Tapi, selain karena tantangan saya memang ingin menulis surat buat njenengan. Saya ingin bercerita banyak. Tentang buku, cerpen, kesibukan njenengan, tentang Republik sentilan-sentilun bahkan tentang Ridwan Kamil.

Seharusnya saat njenengan menjadi pengisi materi diKampusFiksi 12, saya ada disana. Tapi saya telat mengetahui jika anda menjadi salah satu pengisi materi. Saat saya tanya pada Mbak Ve--editor diva, apakah ada kursi kosong di angkatan 12. dengan sadisnya beliau bilang tidak ada.

Seharusnya saat tahun baru saya ada di Jogya, datang ke launching kumcer terbaru njenengan. Tapi saat itu saya harus ke kampung halaman, menyelesaikan urusan ijazah.

Seharusnya yang saya susun selalu gagal, dan kesempatan bertemu njenengan sirna begitu saja.

Sebelumnya, Perkenalkan saya Wulida penggemar tulisan Mas Agus. Saya pertama kali kenal njenengan lewat buku Sepotong Bibir Paling Indah Didunia. Tapi mulai terpesona dengan karya njenengan lewat cerpen Ada Yang Menangis Sepanjang Hari.

Saya malu mengakui, tapi saya tidak hanya terpesona dengan tulisan njengengan, saya juga terpesona dengan njenengan. Pernah suatu kali di salah satu kelas menulis yang saya ikuti (saya mengikuti beberapa kelas menulis dan membaca), kami mendapat tugas membuat cerpen. Dan saya dengan tidak tahu malunya meminta beberapa teman membuat cerpen dengan tokoh yang bernama Wulida dan Agus. Aduh ini kekanakan sekali ya Mas.

Saya dulu takut dengan kunang-kunang. Karena kata ibu kunang-kunang adalah kuku orang mati. Saat membayangkan kuku orang mati yang terlintas di otak saya adalah kuku jorok penuh tanah, dan tiba-tiba mencekik anak kecil yang nakal. Tapi semenjak saya kenal njenengan dan tahu jika njenengan melabeli diri dengan Pangeran Kunang-kunang, saya tidak begitu takut dengan kunang-kunang.

Mas, saya memiliki permintaan. Tolong rekomendasikan saya buku bacaan untuk pembaca yang sedang belajar menulis. Ah, kalau permintaan ini merepotkan. Saya ingin bertanya siapa pengarang favorit Mas Agus?

Saya selalu ingin membuat karya dengan ending twist, surealis, fan mengejutkan seperti karya njengengan.

Ngomong-ngomong Mas, saya tinggal di Bojonegoro Jawa Timur. Kalau mas Agus ada waktu sila Mampir. Saya dan teman-teman mengelola rumah baca dengan nama "Atas Angin". Di Atas angin kami tidak hanya mmengelola sebuah perpus kelompok, kami juga mengadakan kelas menulis cerpen, kelas menulis jurnalis, purnama sastra (bincang-bincang tentang sastra), tadarus cerpen (membedah cerpen) dan lainnya.

Saya sangat berterimakasih kalau Mas Agus menyempatkan membaca surat ini. Saya dan teman-teman menunggu kedatangan Mas di Atas Angin

Salam

Wulida

Minggu, 10 April 2016

Top 5 BBI-ers Terfavorit

1. Astri liem (perpuskecil.wordpress.com)
Yang saya kagumi dari ci Ast adalah bagaimana ia membertahankan blognya selama 6 tahun (ini bener gak ci?) Dan bagaimana ia mempertahankan meme unik. Wishfull Wednesday. Saya juga suka bacaan ci Ast yang kebanyakan buku-buku anak.

2. AS Dewi (4urfun.blogspot.co.id)
Terlalu banyak yang saya Kagumi dari Mbak Dewi. Mulai dari kemampuannya menjadi detektif dadakan di event SS dan Marituka hingga buku bacaannya yang covernya aduhai rapunzel gak kuat. Meskipun bacaan Mbak dew buku-buku kipas(?) Tapi reviewnya selalu berbobot. Kadang bikin ngakak kadang bikin kebelet baca buku itu, detik ini juga.

3. Truly Rudiono (trulyrudiono.blogspot.co.id)
Saya suka cara mereview yang jujur apa adanya dari Mbak tru, semuanya diungkapkan dengan jelas tanpa bertele-tele dan tidak spoiler. Pokoknya Mbak Tru ini kebanggaanku.

4. Pauline Destinugrainy (destybacabuku.wordpress.com)
Mbak Desty ini santa saya di Event Secret Santa akhir tahun lalu. Yang riddlenya bikin puyeng. Untung di bisikin Mbak Dewi kebangaanku (ikutan Mbak Opat). Saya selalu senang membaca review Mbak desty, karena bacaannya yang beragam. Cara mereview yang langsung ke intinya dan saya kagum (pake banget) dengan kecepatan membaca Mbak Dessty.

5. Ren Puspita
Mbak Ren ini penunggu blog renslittlecorner.blogspot.co.id. Saya sarankan kalau membuka blognya jangan lihat cover buku yang Mbak Ren baca. Selain memposting review Mbak Ren sering memposting non-revie dan meme kocak tentang buku, yang dilengkapi gift.

Kamis, 31 Maret 2016

[Review Buku] O - Eka Kurniawan




Judul: O
Pengarang: Eka Kurniawan
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
Tahun Terbit: Maret 2016
Tebal: 478 halaman

Selasa, 23 Februari 2016

[Review Buku] Berjuta Rasanya - Tere Liye



Judul Buku: Berjuta Rasanya
Penulis: Tere Liye
Penerbit: Mahaka Publishing
Tahun Terbit: 2012 (Cet.I)
ISBN: 978-602-9474-03-9
Tebal Buku: 205 hlm
Rate: 3/5
Blurp: 

Top of Form
Bottom of Form
Top of Form
BottUntuk kita, yang terlalu malu walau sekadar menyapanya, terlanjur bersemu merah, dada berdegup lebih kencang, keringat dingin di jemari, bahkan sebelum sungguhan berpapasan.  

Untuk kita, yang merasa tidak cantik, tidak tampan, selalu merasa keliru mematut warna baju dan pilihan celana, jauh dari kemungkinan menggapai cita-cita perasaan.  

Untuk kita, yang hanya berani menulis kata-kata dalam buku harian, memendam perasaan lewat puisi-puisi, dan berharap esok lusa dia akan sempat membacanya. 

Semoga datanglah pemahaman baik itu. Bahwa semua pengalaman cinta dan perasaan adalah spesial. Sama spesialnya dengan milik kita, tidak peduli sesederhana apapun itu, sepanjang dibungkus dengan pemahaman-pemahaman baik. 

Selamat membaca cerita-cerita Berjuta Rasanya  

Sabtu, 30 Januari 2016

Secret Santa 2015 "Review Aruna dan Lidahnya - Laksmi Pamuntjak"


Judul: Aruna dan Lidahnya, Sebuah Novel tentang Makanan, Perjalanan dan Konspirasi
Penulis: Laksmi Pamuntjak
ISBN: 6020308529
ISBN13: 9786020308524
Tanggal Terbit: 27 November 2014
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
Rate: 3/5

Blurp: Aruna Rai, 35 tahun, belum menikah. Pekerjaan: Epidemiologist (Ahli Wabah), Spesialisasi: Flu Unggas. Obsesi: Makanan.

Bono, 30 tahun, terlalu sibuk untuk menikah. Pekerjaan: Chef. Spesialisasi: Nouvelle Cuisine. Obsesi: Makanan.

Nadezhda Azhari: 33 tahun, emoh menikah. Pekerjaan: Penulis. Spesialisasi: Perjalanan dan Makanan. Obsesi: Makanan.

Ketika Aruna ditugasi menyelidiki kasus flu unggas yang terjadi secara serentak di delapan kota seputar Indonesia, ia memakai kesempatan itu untuk mencicipi kekayaan kuliner lokal bersama kedua karibnya. Dalam perjalanan mereka, makanan, politik, agama, sejarah lokal, dan realita sosial tak hanya bertautan dengan korupsi, kolusi, konspirasi, dan misinformasi seputar politik kesehatan masyarakat, namun juga dengan cinta, pertemanan, dan kisah-kisah mengharukan yang mempersatukan sekaligus merayakan perbedaan antarmanusia.

Sabtu, 26 Desember 2015

Secret Santa 2015 "The Riddle"


ini adalah waktu untuk memposting riddle dari santa yang sampai sekarang masih burem entah siapa. Sebelumnya untuk informasi saya, ini pertama kalinya saya ikut SS, karena saya member tahun 2015. Parahnya, pertama kali ikut SS saya langsung mendapat riddle yang sulit pake banget.

Oke lupakan dulu soal riddle yang errrr, saya akan membahas buku yang diberi santa terlebih dahulu. Santa mengirim buku Aruna dan Lidahnya karya Laksmi Pamuntjak dan bookmark rajut yang super unyu.

Selasa, 03 November 2015

Secret Santa 2015 "Wishlist"


Salam Hangat, Santa.
Semoga Santa baik-baik saja. Tahun ini saya ingin sekali mendapatkan kado darimu. Bolehkan? Saya sudah memilih beberapa buku untuk Santa kirim. Buat Santa yang masih yang masih misterius berikut ini Wishlist-ku.

Kamis, 30 Juli 2015

[Review] Matilda - Roald Dahl


Sesuai dengan tema Baca Bareng BBI bulan Juli tentang Kenakalan anak-anak, saya akhirnya memutuskan untuk membaca dan mereview Matilda. Ini pertama kalinya saya mengikuti Baca Bareng BBI. Semoga dibulan-bulan berikutnya saya bisa rutin mengikuti Baca Bareng.

Judul: Matilda
Penulis: Roald Dahl
Penerbit: Gramedia Pustaaka Utama
Ilustrasi: Quentin Black
Alih-bahasa: Agus Setiadi
Tahun Terbit: 1988 (diterbitkan oleh GPU tahun 1991)
Jumlah Halaman: 264
Rate: 5/5

Minggu, 17 Mei 2015

Selamat Hari Buku Nasional



Selamat hari Buku Nasional.

Saya mulai menyukai membaca sejak kelas 3 SD, tapi mulai mengoleksi buku-buku sejak 3 tahun yang lalu. Buku yang saya miliki tidak begitu banyak dan baru setengah yang sudah saya baca, setengahnya lagi saya biarkan menumpuk di bawah meja bersama buku pelajaran—karena rak buku saya kecil tidak muat untuk semua buku. Sejujurnya saya lebih senang membaca buku lokal daripada buku terjemahan, karena kadang membaca buku terjemahan saya kesulitan menghafal nama tokoh dalam buku tersebut.


Sesuai tantangan PosBar BBI kali ini, saya akan memamerkan buku lokal yang saya timbun.

Rabu, 29 April 2015

[Opini Bareng: Hubungan dengan Pembaca] Kuatnya Pengaruh Hubungan

Ini postingan opini bareng perdana saya, karena saya baru bergabung dengan BBI di pertengahan april lalu.


Pernahkah kamu merasa sangat nyambung dengan sebuah cerita atau buku? Seolah kamu bisa relate dengan kisah si tokoh. Atau kamu membaca sebuah buku, tapi temanya bertentangan dengan moral pribadimu? Bagaimana jika sebuah buku begitu kontroversial, kamu nggak tahu bagaimana harus membuat review bukunya? Bagaimana kamu menyikapinya?

Pernahkah kamu merasa sangat nyambung dengan sebuah cerita atau buku?

Saya cukup sering merasa sangat nyambung dengan cerita. Tertawa dan menangis didalam bab yang samapun sering. Saya jadi teringat dua novel yang masuk list novel favorit saya.
Novel pertama. Burlian karya Tere Liye. Novel ini bercerita tentang kenakalan Burlian. Saya merasa tokoh Burlian di novel ini adalah saya—bahkan saya sering berkata pada teman-teman jika novel ini dibuat Bang Tere untuk saya. Terlalu banyak kemiripan kisah antara saya dan Burlian. Mulai dari merengek karena tidak dibelikan sepeda, mendiamkan Ibu karena permintaan tidsak dituruti bahkan mencuri uang Ibu dan masih banyak lagi kisah lain. Membaca novel ini seolah membawa saya kembali ke masa saat saya masih SD.


Novel kedua Amba karya Laksmi Pamuntjak. Novel ini bercerita tentang Amba yang mencari kekasihnya sampai ke pulau Buru. Novel ini dibumbui sejarah Indonesia ketika pemberontakan PKI. Sebagai seorang yang menyukai sejarah Indonesia, apalagi tentang PKI, saya merasa novel ini memiliki hubungan khusus dengan saya.



Pernahkah membaca sebuah buku, tapi temanya bertentangan dengan moral pribadi?

Saya pernah membaca buku yang bercerita tentang cerpen tentang Nabi Muhammad yang turun kebumi untuk memperbaiki semua yang rusak di bumu, baik manusia dan bumi itu sendiri. Selain cerpen tersebut buku ini juga dilengkapi tentang ulasan-ualasan beberapa orang tentang cerpen ini. Saya tidak melanjutkan membaca novel ini karena takut saat membaca imajinasi saya meliar dan dosa. 

Sebagian besar buku yang bertentangan dengan moral pribadi saya yaitu buku yang mengangkat tema pelacur, LGBT, dan penyiksaan.