Kamis, 12 Maret 2015

[Review] Potongan Cerita di kartu pos - Agus Noor

Judul Buku: Potongan Cerita di kartu pos
Pengarang: Agus Noor
Penerbit: Penerbit buku Kompas
Tebal Buku: 173 halaman
Rate: 4/5
Blurp: Nama Agus Noor dalam dunia sastra sudah cukup dikenal. Cerpennya pernah terpilih sebagai cerpen pilihan Kompas. Sangat beralasan apabila buku ini diberi judul Potongan Cerita di Kartu Pos, karena memang setiap awal masing-masing cerpen dilampiri teks kartu pos yang berisikan kesan dan pesan setiap cerpen tersebut dari teman-teman Agus Noor.

Seluruhnya berjumlah 9 cerpen, tetapi setiap cerpen bercerita panjang lebar dengan gaya bahasa lisan, bahasa sehari-hari.Secara umum isi kumpulan cerpen ini bercerita mengenai sudut kehidupan manusia beserta segala persoalannya.Pecinta dunia sastra atau penggemar buku fiksi, layak membaca buku ini. Sebagai khazanah pengayaan dunia sastra di Indonesia. Bagi pemerhati sastra dan peminat sastra serta masyarakat umum yang menyukai dunia sastra, buku ini layak dibaca, dipertimbangkan sebagai sebuah karya baru

Rabu, 18 Februari 2015

[Review] Daun yang Jatuh Tak Pernah Membenci Angin - Tere Liye

Judul Buku: Daun yang Jatuh Tak Pernah Membenci Angin
Penulis: Tere-Liye
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
Cetakan: Ketujuh, September 2012
Jumlah halaman: 264 halaman
Rate: 4/5

Blurp: Dia bagai malaikat bagi keluarga kami. Merengkuh aku, adikku, dan Ibu dari kehidupan jalanan yang miskin dan nestapa. Memberikan makan, tempat berteduh, sekolah, dan janji masa depan yang lebih baik.

Dia sungguh bagai malaikat bagi keluarga kami. Memberikan kasih sayang, perhatian, dan teladan tanpa mengharap budi sekalipun. Dan lihatlah, aku membalas itu semua dengan membiarkan mekar perasaan ini.

Ibu benar, tak layak aku mencintai malaikat keluarga kami. Tak pantas. Maafkan aku, Ibu. Perasaan kagum, terpesona, atau entahlah itu muncul tak tertahankan. Bahkan sejak rambutku masih dikepang dua.


Sekarang ketika aku tahu dia boleh jadi tak pernah menganggapku lebih dari seorang adik yang tidak tahu diri, biarlah... Biarlah aku luruh ke bumi seperti sehelai daun... daun yang tak pernah membenci angin meski harus terenggutkan dari tangkai pohonnya.

Senin, 09 Februari 2015

[Review] Burlian, Serial Anak Mamak - Tere Liye

Judul buku: Burlian
Penulis: Tere Liye
Penerbit: Republika
Jumlah Halaman: 343 halaman
Cetakan pertama: November 2009
Rate: 4/5
Blurp: Kau, sejak dilahirkan memang sudah berbeda, Burlian, Special!
            Waktu melesat bagai peluru. Akhirnya aku mengerti kini, itulah cara terbaik Bapak dan Mamak menumbuhkan keyakinandan rasa percaya diriku. Sejak kecil selalu di bilang aku special agar aku punya pegangan setiap kali terbentur masalah.
            Aku ingat Bapak dan Mamak selalu bilang  “Kau anak yang kuat, Amelia”. Agar si bungsu Amelia yang sakit-sakitan tumbuh menjadi anak yang kuat. Atau bilang kalimat “Kau anak pemberani, Eli”.  Maka jadilah Ayuk Eli seorang pemberaniatas banyak hal. Sedangkan pada Kak Pukat, Bapak dan Mamak selalu bilang, “Kau anak yang pintar”. Dan kini jadilah Kak Pukat seorang peneliti hebat, sepintar kalimat yang selalu ia dengar sejak kecil.

Sabtu, 17 Januari 2015

[Review] Cerita Buat Para Kekasih - Agus Noor



Seperti dalam 1001 malam, kukisahkan cerita- cerita ini untukmu. Kenangkanlah, ketika pada suatu malam aku menceritakannya dalam hidupmu…


Judul: Cerita Buat Para Kekasih
Pengarang: Agus Noor
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
Tahun Terbit: November 2014
Tebal: 224 halaman
Cover: Softcover
ISBN: 978-602-03-0898-2
Rate: 5/5
Blurp: Di antara para kekasihku, hanya kamu yang suka bercerita,” katamu.

“Rasanya belum tercatat di Guinness Book of World Records siapa yang paling banyak bercerita dalam satu malam. Ratu Syaharazad, hanya menceritakan satu cerita dalam satu malam…”

“Berapa records-ku?”

“Dua belas cerita dalam satu malam…”

Aku tertawa.

“Kenapa?”

“Itu melampaui jumlah pacar-pacarku…”

“Tapi pasti jauh lebih sedikit dibanding bualanmu!”

***

Seorang kekasih bercerita tentang seekor gagak yang lahir dari hati perempuan yang dibakar. Ia berkisah tentang teka-teki kematian yang tak terpecahkan. Juga tentang kota yang semua penduduknya buta! Lalu tentang ribuan ulat bulu yang muncul dari kebencian, tentang kunang-kunang kuning kemilau, dan seorang laki-laki yang hidup dengan istri yang diawetkan dalam akuarium. Apa pun yang diceritakan itu, dongeng penuh keajaiban, gosip atau bualan, selalu membuat tertegun di akhir kisah. Bukankah semua kisah yang datang dari kekasih akan selalu terdengar indah?

Senin, 05 Januari 2015

[Review] Violetta yang Melupakan Kenangan - Rosgadini


Judul: Violetta yang Melupakan Kenangan
Penulis: Rosgadini
Penerbit: PING!!!
Tahun Terbit: 2014
ISBN: 139786022556879
Jumlah halaman: 223
Rate: 2/5
Blurb: “Bia! Bia juga jangan lupa, ya, kalo Bia besar nanti, harus punya toko es krim sendiri. Jadi, Vio bisa makan semua es krimnya. Janji?”

Bia. Laki-laki yang tak suka makan es krim ini mendirikan First Scoop, demi memenuhi janji masa kecilnya pada sang cinta pertama, Vio.

Bia yang tak bisa lepas dari sosok cinta pertamanya seakan menemukan sosok Vio dalam diri Etta.

Namun Etta tak mau hidup dalam bayang-bayang Vio.
Pilihan. Di dalam hidup setiap manusia pasti akan dihadapkan pada pilihan, termasuk untuk terus mencintai atau justru melupakannya…  

“Sekarang Vio sudah nggak ada dan dia nggak akan bisa makan es krim di toko Bia nanti. Tapi bukan berarti Bia nggak perlu menepati janji Bia ke Vio. Ya kan, Pak?”