Minggu, 17 Desember 2017

86 - OKKY MADASARI


Judul : 86
Penulis : Okky Madasari
ISBN : 9789792267693
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama
Jumlah halaman : 252 halaman
Rate: 2/5


Sinopsis
 
Apa yang bisa dibanggakan dari pegawai rendahan di pengadilan? Gaji bulanan, baju seragam, atau uang pensiunan?

Arimbi, juru ketik di pengadilan negeri, menjadi sumber kebanggaan bagi orangtua dan orang-orang di desanya. Generasi dari keluarga petani yang bisa menjadi pegawai negeri. Bekerja memakai seragam tiap hari, setiap bulan mendapat gaji, dan mendapat uang pensiun saat tua nanti.

Arimbi juga menjadi tumpuan harapan, tempat banyak orang menitipkan pesan dan keinginan. Bagi mereka, tak ada yang tak bisa dilakukan oleh pegawai pengadilan.

Dari pegawai lugu yang tak banyak tahu, Arimbi ikut menjadi bagian orang-orang yang tak lagi punya malu. Tak ada yang tak benar kalau sudah dilakukan banyak orang. Tak ada lagi yang harus ditakutkan kalau semua orang sudah menganggap sebagai kewajaran.

Pokoknya, 86!

Jumat, 08 Desember 2017

Kumpulan Budak Setan - Eka Kurniawan dkk


Judul: Kumpulan Budak Setan
Pengarang: Eka Kurniawan, Intan Paramaditha, dan Ugoran Prasad
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
Tahun Terbit: Februari 2010
Tebal: 174 halaman
Rate: 4/5

Haru no Tabi - Ghyna Amanda Putri

Judul: Haru no Tabi
Penulis: Ghyna Amanda Putri
Penerbit: de Teens
Halaman: 184 halaman
Terbitan: Juni 2013
Rate: 2/5

Sabtu, 08 Juli 2017

Le Petit Prince, Pangeran Cilik- Antoine de Saint-Exupery

Judul: Le Petit Prince, Pangeran Cilik
Penulis: Antoine de Saint-Exupery
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
Tebal: 120 Halaman
Tahun terbit: Cetakan I, 2011
ISBN: 978-979-22-7964-7
Rate: 4/5
“Orang dewasa tidak pernah mengerti apa-apa sendiri, maka sungguh menjemukan bagi anak-anak, perlu memberi penjelasan terus-menerus.” (halaman 8-9)

Senin, 12 Juni 2017

Pre Wedding Rush - Okke 'Sepatumerah'


Judul: Pre Wedding Rush
Pengarang : Okke 'Sepatumerah'
Penerbit : Stiletto Book
Tahun Terbit : Desember 2013
Tebal : 204 halaman
ISBN : 978-602-7572-21-8
Blurp: “Lo … nggak rela gue nikah dengan Dewo?” Aku memberanikan diri untuk menembaknya.
“Apa masih penting, Nin? Gue rasa enggak, udah nggak penting.” Lanang sama sekali tidak menatapku.
“Penting, Nyet. Penting buat gue.” Suaraku terdengar parau, “Lo nggak rela gue menikah?”
“Sudahlah, Nin. Lupakan. Gue ngaco aja tadi,”
“Lanang. Please jawab. Lo nggak rela?” Suaraku melirih.
“Nggak!” Ia menatap manik mataku,”Puas lo?”
Life goes on. Tapi terkadang ada kenangan-kenangan indah yang membuat seseorang enggan melangkah menuju masa depan. Itulah yang terjadi dengan Menina. Hubungannya dengan Lanang, sang mantan pacar, begitu membekas di hatinya, bahkan sampai ia dilamar oleh pria lain yang lebih mencintainya.
Ketidakmampuannya melupakan masa lalu membuat Menina secara impulsif memutuskan melakukan perjalanan terakhir bersama Lanang ke Yogyakarta. Siapa yang bisa meramalkan apa yang akan terjadi? Saat Menina dan Lanang berada di Yogyakarta, terjadilah gempa bumi 5.9 SR yang memakan banyak korban.
Menina menyaksikan begitu banyak hal yang membuatnya kembali berpikir tentang hubungannya bersama Lanang dan juga calon suaminya. Apakah yang terjadi pada mereka berdua?